.DI DUGA KOPANA LUBUKLINGGAU ILEGAL

DI DUGA KOPANA LUBUKLINGGAU ILEGAL

Produk KOPANA :
Regulator gas LPG berlambang kuda laut yang beredar luas di Kota Lubuklinggau  dan  Kabupaten Musi Rawas.

Diduga  Kopana Ilegal

SKANDAL  Lubuklinggau
Dunia Koperasi di Republik ini sudah tercoreng, demi meraup keuntungan rela melakukan dengan segala cara, hal ini terjadi di Kota Lubuklinggau dan  Kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatera Selatan.
Menurut informasi dari salah satu seorang  karyawan Koperasi Purna Karyawan Pertamina (KOPANA)  kepada Skandal, yang meminta tidak mau disebut  jati dirinya. Menurutnya patut dipertanyakan legalitasnya, Cabang KOPANA  yang konon ceritanya koperasi ini bergerak di wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau dengan jumlah karyawan kurang lebih  sebanyak 40  tenaga kerja dengan jabatan marketing/tekhnisi, supervisor,  termasuk Kollector.  Produk Regulator yang berlambang kuda laut ini sudah beredar luas di masyarakat di wilayah sebagaimana disebutkan diatas, bahkan Cabang KOPANA Kota Lubuklinggau sudah buka cabang lagi di Sekayu, Prabumulih Sumatera Selatan dan Bengkulu Utara, ujar Rudiansyah selaku kepala Cabang KOPANA  kepada Skandal.
Dia juga dalam hal menyayangkan pemberitaan yang pernah dilangsir oleh media Nasional Pelita Rakyat yang juga LIPER-RI tidak pernah ketemu muka sama sekali (konfirmasi kepihaknya), didalam koran alat (kepala gas/regulator) kita belum ada kalibirasinya, surat  kita ada semua dari pusat Sertifikat kalibirasi, SNI, NRP, Sertifikat sudah ada tapi di cabang KOPANA Lubuklinggau fhoto copy semua. Saya menerangkan ke Pusat  bahwa di lubuklinggau menerangkan alat kita palsu, tetapi dipihak perusahan sertifikat kalibirasi sudah ada sejak tahun 1987  dan semua itu telah menjelekkan Koperasi KOPANA,  saya tidak berpikir yang macam-macam.. yang jelas urusan perusahaan pusat, ungkapnya.
Kita sudah dilengkapi semua, karena kantor sering pindah-pindah, kenapa pindah-pindah..? karena parkir nggak ada serta nggak cocok mungkin beberapa bulan kedepan dipindahkan oleh pusat, sebab kami punya referensi pusat Jakarta,  dibawah naungan koperasi KOPANA. Saat dikonfirmasi skandal ; “apa betul Bapak (Rudiansyah) Kepala Cabang KOPANA? “ya.. betul, saya kepala cabang KOPANA Lubuklingau. Bukan satu cabang di Lubuklinggau Pak..? Ada empat cabang di  Lubuklinggau, yang lainnya sudah tutup semua, kebenaran saya memegang Lubuklinngau 4 (empat). Saya kebagian yang terakhir,  bila saya bicara beberapa tahun yang lalu saya enggak tahu pak..saya baru berdiri 2011 yang lalu dan sudah pindah sebanyak dua kali, saya punya karyawan enggak berapa banyak yang mau kerja aja pak, sebab kerjanya susah, kita kerjanya tidak mengikat tidak ada UMR nya, kita tidak ada pengikat kerja disini (KOPANA). Sedangkan mantan karyawan KOPANA dikonfirmasi yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa setiap tenaga kerja wajib memberikan jaminan Ijazah asli setingkat SMA, namun ada juga yang tidak tamat SMA atau yang tidak punya jaminan Ijazah asli boleh meminjam Ijazah saudara bahkan Ijazah isterinya.  Ijazah tersebut akan dikirimkan ke Bandung, itu aturan manajemen Cabang KOPANA Lubuklinggau, yang menjadi pertanyaan kenapa tidak ke pusat Jakarta, wah ini               akal-akalan, manajemennya bisa berubah sewaktu-waktu, ada yang tidak beres, bahkan karyawan yang bekerja punya nomor NIP yang tertera di Surat Tugas yang sepatutnya dipertanyakan keabsahannya. Akan tetapi Gaji karyawan KOPANA Cabang Lubuklinggau tidak menentu bila tidak mencapai target 30 unit akan dipotong, potongan gaji tidak tentu aturannya bisa 27 ribu kali perunit, 23 perunit bahkan angus (tidak menerima gaji satu rupiahpun). Saat ditanyakan hal tersebut  kepada Rudiansyah, kalian kan (karyawan) tidak memunuhi target makanya gajinya tidak keluar, karna tidak mencapai target, angus bila tidak ditutupi dengan uang. Kamu hanya menerima uang tiga bulannya saja sebanyak produk yang terjual oleh kamu itupun bila pembayaran dari customer lunas semua, ujar Rudiansyah. Mustahil saya tutupi kekurangan penjualan sebanyak 13 unit bila gaji saya hanya 900. 000,- rupiah. Sedangkan setoran perunit sebesar 85. 000,- rupiah dikalikan 13 unit, berapa lagi saya menerima gaji, sedangkan saya bekerja mati-matian selama satu bulan penuh, demi memenuhi kebutuhan keluarga, ujar mantan karyawan kepada Skandal.
Biaya member/anggota kopana bisa dibayar tunai atau diangsur selama 3 kali (tiga bulan ), dengan  membayar uang muka sebesar   Rp.130.000,- dan sisa Rp. 269.000,- diangsur selama 3 bulan. Bulan pertama sebesar Rp. 90.000,. Bulan kedua sebesar Rp. 90.000,. Bulan ketiga/terakhir sebesar Rp. 89.000,-. Konstribusi wira penjualan pertamina tidak ada hubungan dengan kita tidak melalui koperasi, berdiri sendiri dari pusat langsung kita tidak ada dana kas, karena berapapun hasil penjualan satu hari langsung kita setorkan kepusat (Jakarta) langsung, tidak ada setok kas, ujarnya tegas.
Saat dikonfirmasi skandal tentang badan hukumnya, Rudiansyah selaku kepala Cabang KOPANA kota Lubuklinggau, menurutnya sudah memenuhi syarat sehingga bicara tentang SIUP, NPWP, serta legaliatas lainnya nggak pas, karena surat yang lain-lain tidak penting lagi karena SIUP, NPWP, serta legaliatas sudah ada di pusat Jakarta semua, paling-paling kita minta izin dan minta bantu dari kelurahan setempat, minta pengantar dan izin domisili. Bila kita sudah bicara tentang SIUP harus NPWP ngak kena, kenapa saya bilang nggak kena, karena kita ada pemotongan Pph dan Ppn langsung dari pusat. sembari mempersilakan skandal menghubungi KOPANA Pusat di Jakarta malah lebih enak, namun bila berurusan dengan kantor cabang sangat kecil kemungkinan, tegasnya berapi-api.
KOPANA Cabang Kota Lubuklinggau sudah bergerak sejak tahun 2011 sampai saat turunnya berita ini. Silakan Bapak datang kekantor untuk melihat surat-surat dari kami, jangan seolah-olah nanti muncul berita seperti dahulu. Menurutnya kenapa baru sekarang dipertanyakan legalitas KOPANA Cabang Kota Lubuklinggau, kenapa tidak dari dulu dipertanyakan bahkan ditutup, kami masih menunggu apa maunya pusat sebab itu kami belum memiliki legalitas hanya surat izin dari kelurahan setempat, Permasalahan ini sudah saya serahkan kepada pusat (Jakarta) jelas Rudiansyah dengan tegas, saat   dikonfirmasi melalui via hand phone 085378888089.
Masyarakat sudah sangat terjamin karena sudah nyaman dan aman menurutnya, tidak ada musibah kebakaran yang disebabkan oleh regulator dari KOPANA, silakan Bapak main ke daerah Suka Mulya disitupun diminta pergantian 2011 yang lalu dia minta lagi alat, kenapa… karena rumah tangga mereka nyaman dan aman, karena alat kita pakai safety Pak. Bila Bapak mau uji coba kalibirasi silakan datang aja kekantor, kita uji coba. Penjualannyapun sifatnya ada  Perkelompok laporan ke Kelurahan dan RT (penyuluhan), dan individu dor to dor (rumah-kerumah),  kita tidak ada pemaksaan pada masyarakat, kita hanya menerangkan beberapa katagori beberapa hal, yang pertama masyarakat sangat awam tentang tabung gas yang asli dan palsu karena banyak sekali beredar tabung gas yang palsu di masyarakat, yang kedua masyarakat tidak mengetahui masa expayer tabung gas, yang ketiga masyarakat tidak mengetahui sama sekali kenapa regulator setelah dipasang terjadi kebocoran.  Kita fokusnya bukan menjual alat Regulator Gas, kita fokusnya memberi pengetahuan atau penyuluhan. Secara sosial kita intinya  sangat  membantu masyarakat. Bila mau dicegah kenapa ngak dari dulu.. kan begitu..kalau dari dulu kan malah enak, sejak sewaktu tahun 2007 sejak program dari Pak Yusuf Kala tabung gas kecil  (3 kg), ujarnya semangat.
Sementara Skandal menghubungi kantor pusat KOPANA Jakarta (021) 47864947 aktif, tapi selalu tidak dijawab, juga diangkat. Lalu, Skandal konfirmasi  kantor Cabang KOPANA Palembang (0711) 514802 aktif yang tertera di buku kartu anggota resmi, saat dikonfirmasi menyatakan ; “ini  kan rumah, saya tidak bekerja di KOPANA, tempat tinggal serta tidak bekerja di KOPANA, dan sudah lama tutup  dua tahun yang lalu, paling itu menyewa juga Pak, karena di Cabang Palembang juga banyak yang komplain, bukan saya menutupi..saya tidak tahu mau bagaimana. Katanya pusatnya di Bandung Pak.. mungkin menyewa itu atau mungkin tidak resmi juga itu Pak”,  ungkapnya. (ed)Ciutkan pos ini

Posted on 3 Mei 2013, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: