muara tara beraksi

Selasa (02/07) pukul 05 WIB, massa sekitar 30 orang, dengan membawa senjata laras panjang( senjata tradisioanal Kecepek) juga parang mengendarai 20 motor bergerak serta mengamuk membakar dua kantor polsek dan Rumah Dinas Mapolsek, kedua Polsek yakni kantor Polsek Muara Rupit dan Polsek Rawas Ulu, dalam insiden ini tidak ada korban dari aparat polsek.

Sedangkan situasi di wilayah itu masih mencekam bahkan masyarakat menutup jalan lintas Sumatera di wilayah itu sehingga arus lalu lintas mulai terganggu. Seorang warga Desa Karang Anyar yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB massa bergerak menuju Polsek Muara Rupit.Ia mengatakan, awalnya polisi mengejar kawanan perampok yang meresahkan warga sekitar itu.

Peristiwa terjadi di Desa Karang Anyar polisi melepaskan tembakan dan diduga terkena warga setempat hingga meninggal, setelah itu massa berkumpul lalu beringas dengan membakar kantor Polsek tersebut.

Dua kantor Polisi Sektor (Polsek) di Kecamatan Muara Rupit dan Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, dibakar warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Rupit, massa pertama membakar Polsek Muara Rupit kemudian bergerak ke Polsek Rawas Ulu.

Kedua gedung polsek menjadi amukan massa berawal dari tewasnya seorang warga Desa Karang Anyar berinitial H yang masih berstatus pelajar kelas 2 SMA yang bukan target, sedangkan yang merupakan target polisi berinitial S, jelas sumber.

Camat Rawas Ulu Burlian ketika dihubungi, Selasa ; “Kami tidak tahu persis awal kejadian itu, namun berdasarkan keterangan masyarakat Muara Rupit ada warganya tewas ditembak polisi,” ujarnya.

Pergerakan masa menurut imformasi dikatakan Sekcam Rawas Ulu diduga salah tembak, penggerebakan hingga terjadi penembakan, yang dilakukan oleh aparat didesa tersebut salah tembak yang mengakibatkan satu korban tewas warga Karang Anyar Kecamatan Muara Rupit, Menurut sumber yang enggan disebut namanya menuturkan, kepada Skandal via Ponsel “kami tidak dapat menahan pergerakan massa yang membawa senjata api laras panjang (Senjata Api Tradisional Kecepek), dan parang, “jelasnya.

Sedangkan menurut sumber Polres yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada media ini, menuturkan mereka melapor atas peristiwa tersebut tapi diduga kurang puas mungkin itulah salah satu penyebabnya, dan yang kita tahu di JALINSUM setiap harinya selalu ada perampokan motor oleh pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat,” terangnya.

Hingga kerusuhan terjadi, sebelumnya massa bergerak membakar Polsek Kecamatan Muara Rupit terlebih dahulu, lalu massa mendatangi dan membakar Polsek Kecamatan Rawas Ulu urai. Seorang warga menuturkan, kami sudah berusaha meredam massa, namun kami tidak bisa menghalangi massa yang makin beringas, informasi dari masyarakat dikarenakan ada korban tewas dari warga terkena tembakan oleh aparat. (ado wong dusun itu yang mati ditembak pak red), kita hanya pakai mulut tak mampu untuk menahan amukan mereka, sampai berita ini naik cetak massa memblokir akses jalan umum Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Karang Anyar (panggung ).

Masyarakat Rupit Rawas semakin resah dengan kejadian tersebut, sampai sekarang belum ada bantuan dari pihak manapun, saat menghubungi Kapolres melalui Kasat-reskrim Mura hpnya tidak aktif, Camat Muara Rupit juga saat dihubungi ponselnya selalu tidak aktif. (ed)

Posted on 7 Juli 2013, in DANA BOS, JUDI, KOPANA, KOTA LUBUKLINGGAU, LPG REGULATOR, MUSI RAWAS DANA BOS, MUSI RAWAS LEMA PENGAWASAN DANA BOS and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: